Cara Add User dan Group dan Hak Akses di Linux

Semua user adalah anggota dari satu atau lebih group. Defaultnya, user baru menjadi anggota sebuah private group dengan nama yang sama dengan user (misalnya, account yang dibuat untuk user dwulansari adalah anggota dari private group yang juga bernama dwulansari).
Kali ini kita akan menambahkan user account di Linux melalui Kernel atau GUI ( Graphics User Interface ).
Berikut cara menambahkan user account di Linux :
1. Pilih Menu System>>Administration>>User and Group
2. Klik Add User untuk menambahkan user account baru

3. Masukan user name, full name dan password baru kemudian klik OK

4. Buka terminal>>aktifkan user yang dibuat dengan perintah su namauser

Kita juga bisa membuat user account melalui CLI (Comand Line Interface).
Cara menambahkan user account melalui CLI adalah :
1. Klik kanan pada desktop>>open terminal
2. Login sebagai root

$su –l

3. Setelah masuk ke root, kemudian ketikan perintah dibawah untuk membuat user baru

#adduser namauser

4. Kita juga bisa menambahakan password di user account yang baru dengan perintah

#passwd namauser

5. Untuk masuk ke user account perintahnya adalah

#su namauser

-Mengatur Hak Aksesnya

Hak akses mengatur ’siapa’ berhak mengakses ‘apa’ saja dan ‘bagaimana’ ia dapat mengaksesnya. Di dunia GNU/linux, dikenal tiga jenis hak akses yang biasa disingkat dengan r-w-x. Huruf r merupakan kependekan dari read (sama dengan read-only di dunia microsoft windows), w merupakan kependekan dari write, dan x merupakan kependekan dari execute. Sesuai namanya, file/folder yang memiliki atribut read maka selain Sang Pemilik (owner) file dan Super User (root), tidak bisa memodifikasi (melakukan write) file/folder yang bersangkutan. Lho, kok root bisa memodifikasi (write) file yang atributnya read? Ya, karena root memiliki ‘kuasa’ tertinggi di GNU/Linux dan bahkan bisa melakukan apa saja, temasuk menghancurkan sistem yang ada. Jadi, hati-hati kalau menggunakan user root!

Lalu apa bedanya x dan r? Keduanya sama-sama dikatan memiliki hak akses melihat saja. Hanya saja, kalau r biasanya digunakan untuk file/folder yang bisa ‘dilihat isinya’ seperti .odt, .doc, .txt, .jpeg, .pdf, .png, dan lain-lain sedangkan x sesuai namanya, digunakan untuk file-file yang bisa dieksekusi (.exe kalau di dunia microsoft windows).

Bagaimana cara memberikan atribut r, w, atau x pada suatu file/folder? Mudah saja. Pastikan Anda memiliki user name dan password untuk login ke sistem GNU/Linux. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Setelah login, bukalah file manager yang ada di Linux Anda (bisa Konqueror, Dolphin, atau Nautilus)! Pada contoh kali ini akan saya gunakan Konqueror.

  2. Masuk ke folder /home/user-name-anda

  3. Buat suatu folder baru atau gunakan yang sudah ada.

  4. Klik kanan folder yang ada dan pilih Properties.

  5. Pada kotak dialog yang terbuka, pilih tab Permissions.

  6. Ada tiga pilihan Access Permissons yang bisa Anda atur di sini. Ada hak akses untuk Owner (Sang Pemilik file), Group (user yang satu group dengan owner), dan Others (user lain yang tak satu group dengan owner).

  7. Perlu diperhatikan bahwa hak akses di sini tak tertera secara gamblang sebagai r-w-x tapi dengan kata lain yang mewakilinya. Untuk hak akses read dan execute diwakili dengan Can View Content, untuk write diwakili dengan Can View and Modify Content. Kalau Anda ingin agar user lain tak bisa mengakses folder tersebut maka beri saja atribut Forbidden pada pilihan Group dan Others.

  8. Anda juga bisa memberi tanda centang di samping tulisan Only owner can rename and delete folder content untuk mencegah pihak lain yang ingin mengganti nama folder dan atau menghapus isi folder yang Anda miliki. Hal ini perlu Anda lakukan ketika Anda berada di suatu network dan Anda memberikan atribut write pada folder yang Anda share.

  9. Anda juga bisa menentukan user yang tergabung dalam group mana saja yang bisa mengakses folder yang Anda buat tadi dengan memilih dari menu drop down di bawah tulisan Ownership.

  10. Terakhir klik OK untuk melakukan konfirmasi.

  11. Untuk melihat perubahan yang telah Anda buat tadi, ulangi langkah 1 sampai 5. Kemudian klik pada menu Advanced Pemissions.

  12. Akan Anda lihat atribut folder dalam mode r-w-x. Dari kotak dialog ini pun Anda juga bisa mengubah hak akses dari folder yang Anda buat.

  13. Untuk yang ini, caranya lebih simpel karena Anda tinggal klak klik untuk menentukan hak akses di bawah menu yang sesuai.

  14. Kalau Anda telah mengubah lagi atributnya, maka jangan lupa klik OK untuk konfirmasi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s